Sabtu, 14 Mei 2011

Apa itu Curhat???

Curhat adalah bla-bla-bla. Nggak penting dijelasin ya? Ok!
Pernah nggak lo jadi tempat curhat dari semuuuaaa temen-temen lo? Lo jadi semacam keranjang sampah yang menampung semuuuaaa masalah temen-temen lo?

Nah, ini baru asyik!
Semua orang curhat ke kita and giliran kita pengin curhat bingung mau lari ke mana. Karena semua orang menganggap kita adalah tempat curhat yang begitu tangguhnya sehingga nggak butuh curhat. Mendengar curhat banyak orang terkadang menggelikan, menjengkelkan, mengasyikkan dan tak jarang menimbulkan semangat. Bener nggak?

Menggelikan ketika denger curhat macam ini :
"aduh, nangis darah gue Ri. Gue ketipu sama calo di bandara!"
(geli dengernya, udah berkali-kali naik pesawat masih juga ketipu calo!)
Menjengkelkan ketika denger curhat macam ini :
"Kaki, lengan, perut dan sekujur tubuh saya sakit Mbak. Coba Mbak pegang leher saya, panas kan? Saya mesti gimana Mbak?"
(jengkel karena setiap hari dia curhat seperti ini. Kayaknya ini bukan curhat, tapi lebih tepatnya keluhan)
Mengasyikkan ketika denger curhat macam ini :
"Gue gagal lagi. Gimana solusinya? Lo mau bantuin gue cari solusi kan, Ri? Bantu mikirlah!"
(asyik, karena setelah curhat kita mengasah otak buat nyari jalan keluar terbaik. Curhat model begini nih yang produktif)
Menimbulkan semangat ketika denger curhat macam ini :
"Pahit memang, tapi show must go on. Gua bersyukur masih bisa seperti sekarang ini."
(semangat, karena curhat orang tersebut membuat kita lebih mawas diri dan bersyukur. oh, gue lebih beruntung dari dia. oh, masih banyak orang yang lebih menderita)
Dan curhat paling mengesankan adalah:
Curhat yang inspiratif buat mencipta sebuah tulisan. Hi hi hi...!

Tuh kan? Sampah yang masuk ke keranjang kita nggak selalu jelek kok. Kita bisa mendaur ulang dan mencipta barang baru dari sampah itu.
Trus kita curhat kemana dong kalau semua orang curhat ke kita?
Psstt! Jangan panik! Ada tempat curhat yang paten lho!
Lo bangun aja sepertiga malam, ambil air wudhu, hamparin sajadah yang udah dikasih harum-haruman, atur nyala lampu temaram saja, trus mulailah bermunajat. Berbisik-bisik, mengadu sepuasnya, bermesraan sama Allah.
Subhanallah! Percayalah dada lo akan lapang setelahnya!
Mau mencoba?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar